Kapasitas Produksi Semen Conch

KONTRAK CONCH: Penandatanganan kontrak Q-II dengan distributor He Qingxi, Marketing Manager PT Conch South Kalimantan Cement di Hotel Golden Tulip, kemarin.Harian Umum Media Kalimantan,
BANJARMASIN, MK- Senyum Yu Shui mengembang untuk 1,5 juta. Ahad (29/3) lalu di Hotel Golden Tulip, Banjarmasin, Director and General Manager PT Conch South Kalimantan Cement itu, tak henti mengumbar gembira dihadapan 500 distributor semen dan pemilik toko bangunan di Kalsel.
“Kami coba raih kepercayaan konsumen melalui distributor dan pemilik toko bangunan di Kalsel, dengan kualitas produk dan harga terjangkau,” ujarnya, sambil tersenyum sumringah.
Conch South Kalimantan Cement sebenarnya baru berproduksi Oktober 2014 lalu dari pabrik yang dibangun di Desa Saradang, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong.
Dan, dengan harga Rp 55 ribu hingga Rp 58 ribu per sak, jauh dari harga semen saat ini yang Rp 60 ribu sampai Rp 62 ribu, selama dua bulan Conch sudah memasarkan produk mereka dari pabrik train 1. Selama itu, Conch telah ‘merampas’ 70 persen pasar semen di Kalsel.
Adapun 1,5 juta yang membuat Yu Shui terus tersenyum adalah produksi Conch segede itu dibidik agar diserap habis oleh pasar hingga tutup tahun 2015. “Itu target kami,” ujarnya.
PT Conch South Kalimantan Cement memang jadi produk kompetitor baru produk semen sejenis. Karena itulah, untuk makin mempopularkan produk mereka, perusahaan berbendera Anhui Conch Cement Company Limited, yang terdaftar di Hong Kong 21 Oktober 1997 silam itu, terus melakukan penetrasi pasar semen Kalsel.
Dalam gathering yang dihelat Conch di Banjarmasin, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan pelaku distributor untuk memperpanjang kontrak distributor kuartal 2 (Q-II), sekaligus penyerahan bukti surat pernyataan distributor.
Selain mengenalkan semen Conch, gathering juga untuk mendekap keyakinan distributor dan pemilik toko bangunan melakukan kerjasama dengan perserotan. Jalan akhirnya, ya, agar penjualan semen conch tercapai hingga 1,5 juta ton di akhir 2015.
Yu Shui mengatakan, setelah resmi dua bulan berproduksi di pabrik pertamanya di Indonesia, permintaan semen conch terus naik ke grafik yang cukup menjanjikan.
“Khusus pasar Kalsel, Conch bahkan meraup 70% market share semen. Angka ini membuat kami yakin produksi 1,5 juta ton hingga akhir 2015 bisa terjual ludes,” ujarnya.
Setidaknya ada lima kelebihan, ungkap Yu Shui, untuk mendekap kepercayaan konsumen semen. Pertama, ujar dia, kualitas. Kedua, distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan semen di Kalsel tanpa kendala. Juga wilayah Kalimantan.
Ketiga, kontrol produksi setelah ditangani tenaga profesional. Dengan begitu, produksi semen Conch tetap terjaga baik dan berkualitas. “Keempat, Conch punya varian lengkap. Mulai kualitas semen Ordinary Portland Cement (OPC) maupun Portland Composite Cement (PCC),” ujar Yu Shui.
Selain itu, semen Conch juga dijual aneka ukuran; 40 kg, 50 kg hingga curah. Yang terakhir, dari sisi harga yang sangat kompetitif, bahkan jauh lebih murah Rp 5.000 dibanding kompetitor tanpa mengesampingkan kualitas produksi.
“Keliman kelebihan itu akan terus kami pertahankan hingga ditingkatkan. Supaya makin banyak yang percaya pada produk semen Conch,” tegasnya.
Di lain pihak, Director Vice General Manager and Marketing President PT Conch International Trade Indonesia mengatakan, ekspansi di Indonesia merupakan mimpi semen Conch sejak lama.
Selain peluang yang menjanjikan karena pembangunan infrastruktur yang terus berkembang setiap tahun, juga ingin menjawab kebutuhan konsumen Indonesia yang menginginkan semen dengan harga kompetitif.
“Makanya kita bangun pabrik di sini, project pabrik pertama kami di Tabalong dengan target hingga 2016 bisa memroduksi 3 juta ton. Jika ditambah pembangunan pabrik lain di Pelabuhan Merak, Banten, dan Monokwari, Papua tahun depan, kami optimis produksi semen Conch di Indonesia bisa tembus hingga 10-20 juta ton per tahun dalam beberapa tahun nanti,” ucapnya.
Suanto, salah satu pemilik toko bangunan di Trikora, Banjarbaru yang hadir dalam gathering mengaku senang dengan kehadiran semen Conch. Walau berupa produk baru, semen Conch, ujar dia, sudah dapat tempat di hati pengguna.
“Yang jelas, sejauh penjualan semen Conch, tiada komplain pemakai. Malah ada beberapa konsumen yang mengaku semen Conch sangat bagus dipakai. Cepat kering dan tahan lama, persis produk semen yang lebih mahal harganya dibanding semen Conch,” imbuhnya